Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil yang Patut Diketahui

makanan yang dilarang untuk ibu hamil muda
Makanan yang dilarang untuk ibu hamil sangat penting untuk diketahui dan dijauhi. Hal tersebut dapat membantu menghindari berbagai risiko yang tidak diinginkan yang mengacu pada kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya.

Makanan yang dilarang untuk ibu hamil terkadang berbeda-beda di setiap wilayah. Terlepas dari mitos atau fakta, banyak sumber yang merangkumnya dilengkapi dengan penjelasan para ahli. Setiap trimester tentu memiliki pantangannya masing-masing. Sebaiknya jenis-jenis makanan tersebut dicatat guna mengantisipasi hal-hal yang kurang menyenangkan seperti bertambahnya rasa mual, ingin muntah, diare, maupun risiko yang paling fatal, yaitu keguguran. Di pasar maupun lingkungan sehari-hari ternyata kerap ditemukan jenis-jenis makanan tersebut sehingga akan lebih baik untuk mengetahuinya sehingga dapat menghindarinya.

 

Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil Muda dan Wajib Dihindari


Hamil muda dapat dikatakan sebagai usia yang rentan bagi kehidupan dan perkembangan janin. Akan lebih baik untuk memperhatikan kembali makanan yang hendak dikonsumsi. Hamil muda yang dimaksud adalah kondisi kehamilan yang baru berusia 0 hingga 8 minggu, namun beberapa sumber juga menyebutkan usia 0 hingga 12 minggu masih tergolong hamil muda. Alasan rentannya usia kehamilan tersebut adalah adaptasi tubuh ibu hamil terhadap kondisi kehamilannya sehingga kerap mengalami berbagai gangguan seperti mual dan muntah. Sedangkan pada usia tersebut janin sedang membutuhkan banyak nutrisi bagi perkembangan sel dan organ tubuhnya. Adapun makanan yang dilarang antara lain:

Artikel lainnya : Makanan Buat Ibu Hamil yang Bagus untuk Kesehatan Kandungan

Buah Anggur

Memiliki sifat panas, itulah yang menyebabkan buah ini patut dihindari. Jika tidak dapat mengontrol jumlah ideal untuk mengkonsumsinya, sebaiknya dihindari saja karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Buah anggur juga dapat memicu mual muntah karena meningkatkan asam lambung.

Makanan Mentah dan Setengah Matang

Sebuah tantangan bagi ibu hamil penggemar sushi maupun jenis makanan mentah dan setengah matang lainnya. Pasalnya adalah mengkonsumsi sushi, daging dan telur setengah matang merupakan makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Alasannya tentu saja karena banyaknya virus dan bakteri yang kemungkinan masih terkandung di dalam makanan tersebut sekalipun telah dicuci bersih. Penyimpanan dan pengolahan yang tidak tepat dapat menjadi media perkembangbiakan bakteri dan berefek tidak hanya bagi yang mengkonsumsi melainkan juga bagi janin.

Makanan Berkafein

Sebaiknya hindari mengkonsumsi minuman dan makanan berkafein secara berlebihan ketika hamil muda. Adapun contohnya adalah teh, kopi, cokelat, maupun jenis minuman berenergi. Kafein pada minuman tersebut dapat menimbulkan takikardi yaitu peningkatan detak jantung yang berakibat pada peningkatan tekanan darah. Tekanan darah tinggi pada ibu hamil dapat memicu terjadi pre eklampsia dan berujung pada keguguran.

Buah Nanas

Adanya kandungan Enzim Bromelin pada nanas ternyata dapat melunakkan dinding rahim. Hal ini menyebabkan peningkatan risiko keguguran. Terlebih jika yang dikonsumsi adalah nanas muda. Bagi ibu hamil dengan kondisi nausea yang parah, mengkonsumsi buah nanas hanya akan menyebabkan bertambah parahnya mual muntah yang dialami.

Alkohol

Alkohol memberi dampak buruk bagi setiap orang apalagi bagi ibu hamil. Mengkonsumsi alkohol dapat mengurangi nutrisi pada usus halus. Jika dibiarkan terus menerus maka hal itu dapat mengganggu pertumbuhan janin karena janin tidak mendapatkan cukup nutrisi. Tidak hanya minuman beralkohol, makanan yang dapat mengandung atau menghasilkan alkohol pun sebaiknya juga dihindari seperti tape.

Sea Food

Makanan olahan laut seperti kerang, cumi-cumi, udang, memang kaya akan nutrisi. Akan tetapi jika tidak diolah dan dimasak dengan benar maka akan menyebabkan keracunan bagi orang yang mengkonsumsinya. Kandungan parasit pada kerang terbukti lebih banyak daripada jenis sea food yang lainnya. Ada baiknya perhatikan terlebih dahulu cara memasak sea food tersebut agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan terutama janin.

 

Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil Trimester Pertama Karena Berisiko Menimbulkan Cacat Janin

Jika sebelumnya telah dibahas mengenai makanan yang dilarang saat hamil muda dengan berbagai efek samping pada ibu hamil dan janin, maka kali ini akan dibahas mengenai makanan yang dilarang karena berisiko menimbulkan cacat. Seperti yang telah diketahui, perkembangan janin terjadi pada trimester pertama. Janin membutuhkan banyak nutrisi untuk pembentukan organ maupun sel-sel dalam tubuhnya. Terimester pertama merupakan usia yang rawan. Janin yang tidak mendapatkan cukup nutrisi maupun terpapar virus dan bakteri dapat berisiko lahir cacat jika ia mampu bertahan. Namun jika tidak, maka dapat berisiko meninggal dalam kandungan maupun keguguran.

Terong

Terong dapat memancing terjadinya menstruasi. Untuk kadarnya belum diketahui secara pasti pada kadar berapa terong dapat efektif memicu menstruasi. Namun, ada baiknya bunda berhati-hati dan jangan mengkonsumsinya secara berlebihan (lebih dari satu buah sehari). Jika akhirnya terjadi menstruasi maka janin pun gugur, tetapi jika tidak, maka risiko cacat lahir pun semakin tinggi.

Fast Food

Sesekali makan fast food memang tidak masalah namun pastikan dalam satu minggu tidak lebih dari satu kali. Janin yang ada dalam kandungan akan mengalami kekurangan nutrisi, apalagi jika fast food tersebut tinggi akan kolesterol. Terlebih adanya beberapa zat pengawet dan tambahan lainnya yang tidak sehat dapat menyebabkan risiko cacat pada janin.

Makanan Tinggi Gula

Cokelat, permen, maupun es krim yang dikonsumsi berlebihan dapat memicu morning sickness yang parah. Hal tersebut juga dapat meningkatkan kadar gula darah dan menyebabkan diabetes gestasional. Angka kejadian ini cukup tinggi di dunia yang mana akibatnya nanti dapat diturunkan kepada janin.

Sayuran Mentah

Penggemar lalapan dan sayuran mentah lainnya sebaiknya menahan diri dulu untuk tidak mengkonsumsinya. Hal itu dapat menyebabkan infeksi pada ibu dan janin. Adanya bakteri listeria, E.Colli, dan salmonella dipercaya mampu menyebabkan keguguran dan kelahiran prematur.

Ikan Bermerkuri

Terdapat banyak olahan ikan yang mengandung merkuri tinggi seperti sirip hiu, ikan todak, maupun king mackarel. Ikan-ikan tersebut dengan kadar merkurinya yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan otak pada janin serta menghambat pertumbuhannya. Tentu saja setiap orang tidak ada yang ingin melahirkan bayi dengan tingkat kecerdasan di bawah rata-rata. Jadi jika bunda ingin memiliki bayi yang cerdas, mulailah mengganti jenis ikan tersebut dengan ikan lainnya yang lebih fresh.

Hati Sapi dan Ayam

Hati memiliki kandungan kolesterol yang sangat tinggi dan dapat memicu obesitas. Hal itu tidak hanya berefek pada kadar kolesterol ibu hamil, akan tetapi juga pada janin yang dikandungnya. Terdapat begitu banyak kelainan yang memungkinkan untuk terjadi pada janin jika bunda sering mengkonsumsi jeroan ini.

Keju dan Susu yang Tidak Dipasteurisasi

Ibu hamil dan janin memang membutuhkan kalsium namun tentu harus diolah dengan baik dan benar. Tanpa adanya pasteurisasi, maka bakteri yang terkandung pada susu dan produk olahannya dapat memicu terjadinya infeksi dan keracunan pada ibu dan janin. Tidak hanya beresiko keguguran, akan tetapi juga beresiko menimbulkan cacat fisik dan mental pada bayi yang akan dilahirkan.

Kehamilan merupakan anugerah bagi setiap wanita. Sebaiknya kehamilan perlu dijaga agar dapat melahirkan bayi yang sehat dan cerdas. Berbagai faktor dapat mempengaruhi kondisi janin termasuk konsumsi makanan yang tidak sesuai sehingga ada baiknya bunda mengetahui dan menghindari makanan yang dilarang untuk ibu hamil demi menghasilkan generasi baru yang lebih baik, sehat, dan cerdas. Simak terus ulasan kami ya bun…agar mendapatkan tips kesehatan untuk bunda dan si cabang bayi.