Jenis-jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Cara Penanganannya

penyakit kulit pada bayi


Penyakit kulit pada bayi adalah hal penting yang harus diperhatikan orang tua. Karena penyakit kulit seringkali membuat bayi rewel dan merasa tidak tenang.

Sebagai orang tua, tentunya akan merasa sangat khawatir jika bayinya mengalami penyakit tertentu. Bahkan untuk penyakit kulit sekalipun. Penyakit kulit pada bayi tidak bisa dianggap remeh karena kondisi tersebut dapat membuat bayi merasa tidak nyaman. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika penyakit kulit tersebut dapat mengakibatkan bayi merasa sakit yang luar biasa.

Jenis-jenis Penyakit Kulit Pada Bayi Baru Lahir


Kulit bayi masih sangat sensitif. Bayi memang membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Bayi memiliki kulit yang lebih halus dan lebih lembab dibandingkan dengan orang dewasa. Hal tersebutlah yang membuat kulit bayi begitu mudah terkena penyakit jika sistem kekebalannya menurun dan kebersihan lingkungan sekitarnya yang tidak terjaga. Berikut adalah ulasan terkait dengan beberapa jenis penyakit kulit yang biasanya diderita oleh bayi yang baru lahir.

Beraneka ragam gangguan kulit, terdapat 9 masalah kulit yang biasanya terjadi pada kulit si buah hati bunda, di anataranya:

1.Seborrhea
Penyakit kulit pada bayi yang pertama adalah Seborrhea. Penyakit kulit ini disebabkan adanya peradangan pada kulit. Cirinya adalah munculnya kerak atau sisik pada beberapa area tubuh bayi seperti wajah, kulit kepala, wajah dan lainnya.

Seborrhea atau di kenal sebagai dermatitis seborrheic yaitu peradangan di kulit bagian atas bayi alhasil kulit pada wajah, kulit kepala bayi, pipi, dada, belakang telinga dan juga leher terlihat seperti bersisik. Penyakit ini kerap juga dikenal sebagai ketombe pada bayi, sebab seborrhea di kulit kepala, menyebabkan kerak yang terlihat seperti ketombe pada bayi. Masalah kesehatan kulit ini bisa hilang dengan sendirinya. Orang tua bisa melakukan tindakan pengobatan secara tradisional dengan memakai minyak zaitun untuk bayi dan anak serta membersihkan kepala anak secara lembut.

Wajib di baca : Pilih Menu Makanan Sehat untuk Diet Rendah Kalori Paling Cocok Untukmu

2. Biang keringat (Miliria)
Penyakit kulit yang seringkali dialami bayi adalah Miliria atau biang keringat. Ciri-cirinya, adanya warna kemerahan pada kulit bayi yang disertai dengan rasa gatal. Penyakit ini seringkali membuat bayi merasa tidak nyaman dan mudah menangis. Biang keringat biasanya muncul karena udara yang lembab dan panas.
Biasanya biang keringat terdapat pada wajah, leher serta punggung anak. Tandanya yaitu kulit bayi jadi berwarna kemerahan dan juga tampak benjolaan-benjolan berukuran kecil disertai gatal-gatal. Bayi belum bisa mengkomunikasinya oleh karena itu bayi jadi lebih rewel daripada biasanya. Hindari udara yang lembab serta panas, aturlah suhu ruangan yang nyaman senyaman mungkin untuk tidur bayi dan juga kenakan bayi baju serat celana yang lebih longgar.

3. Intertrigo.
Intertrigo adalah penyakit radang kulit yang biasanya terjadi pada area lipatan pada tubuh seperti ketiak, perut, tangan, dan lainnya. Hal ini dikarenakan pakaian bayi yang terlalu ketat atau tubuhnya yang gemuk.

 

4. Cradle cap
Penyakit kulit pada bayi selanjutnya adalah cradle cap. Hampir sama dengan Seborrhea hanya saja kondisi kulit ini tergolong lebih umum karena hanya muncul di minggu-minggu pertama setelah bayi dilahirkan. Gangguan kulit ini membuat kulit kepala bayi terlihat keras dan bersisik. Dalam keadaan normal, masalah kulit tersebut akan hilang saat bayi memasuki usia 8 sampai dengan 18 bulan.

5. Jerawat infantil
Berbeda dengan jerawat orang dewasa, jerawat infantil berbentuk titik putih atau butiran kecil yang tidak terasa gatal. Jerawat ini biasanya akan hilang setelah bulan-bulan pertama bayi dilahirkan. Umumnya, jerawat ini muncul di bagian wajah seperti dagu dan hidung.

6. Cacar air
Terinfeksinya ataupun terkena bakteri cacar air pada anak. Masalah kesehatan kulit ini menyebabkan timbulnya ruam serta gelembung-gelembung berwarna merah di sekitar tubuh bayi. Bayi bakal merasa gatal serta mengaruk-garuk. Alhasil menyebabkan gelembung merah itu menjadi pecah, dan juga tatkala kering bakal meninggalkan bekas di kulit bayi. Kabar baik yaitu penyakit kulit tersebut bisa dicegah dengan cara imunisasi dan juga manfaatnya, dengan cara vaksin cacar.

Artikel lainnya: Cara Merawat Rambut Keriting dengan Bahan Alami

7. Eksim susu
Eksim susu atau di kenal sebagai dermatitis atopik merupakan peradangan berulang disertai dengan gatal pada kulit bayi. Masalah kesehatan eksim pada bayi ini terlihat seperti bintil-bintil berwarna merah yang berlangsung begitu lama, dengan demikian kulit bayi jadi bersisik serta kering. Pada tingkat keparahan tertentu ini, bisa mengakibatkan kulit bayi kehitaman, luka-luka, serta menebal. Penyakit ini termasuk penyakit kulit yang amat kerap menyerang anak. Umumnya terdapat pada lekuk siku ataupun lutut serta kedua pipi anak. Penyebab eksim ini belum diketahui, akan tetapi riwayat alergi pada keluarga, misal bulu binantang, alergi makanan, ataupun debu meningkatkan kemungkinan resiko bayi terjangkit penyakit dermatitis atopik.

 

8. Dermatitis Kontak
Dermatitis kontrak berlangsung sebab kulit bayi menjamah ataupun tersentuh dengan bahan yang bisa menyebabkan iritasi maupun reaksi alergi di tubuh bayi. Alhasil tampak ruam disertai gatal-gatal di bagian yang bersentuhan langsung dengan pemicu. Bila terjadi ruam di seluruh tubuh bayi, orang tua seharusnya mencurigai sabun maupun deterjen tak cocok untuk si cabang bayi.

Lihatlah serta amati sebab penyakit kulit pada bayi Anda ini, supaya cepat dapat memberikan perawatan yang akurat untuk menghilangkan jenis-jenis penyakit kulit yang terjadi pada anak serta memperkecil dampak yang dirasakan dan juga mencegah agar tidak berulang.

9. Kutil
Kutil dapat terjadi pada bayi sebab tertular maupun terinfeksi virus. Kutil lazimnya ditemukan di tangan dan juga jari. Meskipun tidak berbahaya serta menimbulkan rasa sakit, akan tetapi kutil amat cepat menyebar. Penyebarannya dapat karena menyentuh secara langsung penderita maupun memegang benda yang mengandung infeksi virus kutil. Oleh karena itu selayaknya, bila terdapat penderita di dekat si kecil beritahulah mereka agar menutupinya dengan perban/pembalut longgar supaya tidak menyebar, perhatikan juga agar si baby tak menggigiti kukunya. Kutil akan hilang dengan sendirinya, maka jangan terlalu risau ya..

Macam-macam Penyakit Kulit pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Selain mengetahui jenis-jenis penyakit kulit pada bayi, Anda harus memahami pula cara mengatasinya. Karena pada dasarnya, masing-masing penyakit kulit memiliki cara penanganan yang berbeda-beda. Di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit kulit pada si baby.

1. Menjaga kelembaban bayi
Cara ini dilakukan untuk bayi yang terkena biang keringat. Jagalah suhu tubuh bayi agar tetap dalam kondisi yang normal. Jangan menggunakan pakaian yang terlalu ketat untuk bayi. Dan usahakan agar tubuh bayi selalu kering tapi tidak terlalu lembab ataupun terlalu panas.

2. Mengoleskan baby oil
Agar kulit tidak kering dan bersisik seperti penyakit seborrhea dan cradle cap, Anda bisa mengoleskan baby oil pada tubuh bayi secara teratur. Dengan begitu, kulit bayi akan tetap lembab dan sehat.

3. Sering mengganti popok bayi
Sebab pemakaian popok yang keliru, kurang bersih tatkala bayi buang air besar ataupun kecil, gesekan dengan popok serta kulit lembab. “Sebagian bayi laki-laki dan juga perempuan usia kurang lebih minggu sampai 18 bulan sempat mengalaminya, namun ruam popok amat banyak dialami bayi usia 6-9 bulan.”

Untuk mencegah dari ruam popok, ganti popok sesegera mungkin sehabis bayi buang air besar, serta bersihkanlah kulit dan juga lipatan dengan seksama sesudah bayi buang air. Jika buang air besar, bersihkanlah kulit bayi dengan air dan juga sabun kemudian oleskan salep atau emolien.

Untuk bayi perempuan, bersihkanlah dari bagian atas ke arah anus, mempergunakan kapas basah. Berbeda dengan pada bayi laki-laki, dengan menarik kulup secara perlahan-lahan hingga lubang kencingnya terlihat, dan kemudian dibersihkan dengan menggunakan kapas basah.

4. Mandikan secara teratur
Memandikan secara teratur si baby, lalu membersihkan rambut, dan juga mengganti popok ataupun baju pada saat yang tepat. Mandi seumpamanya, diwajibkan 2 kali sehari, pagi dan juga sore. Ketika memandikan, perhatikanlah hal-hal berikut:

– suhu air disesuaikan dengan umur anak
– manfaatkan sabun bayi yang lunak
– manfaatkan sampo bayi untuk membersihkan kotoran di rambut
– keringkan badan dengan handuk yang lembut sampai dengan lipatan kulit, serta berikanlah bedak dengan sapuan tipis-tipis.

 

5. Pakaian bayi lembut dan selalu bersih
Kita telah berupaya menghindari timbulnya gangguan dengan cara memperhatikan pakaian yang digunakan. Nilon ataupun wol dapat menimbulkan gatal-gatal di seluruh tubuh pada beberapa anak penggunaan pakaian berbahan tertentu. Bahan katun yang mudah menyerap keringat harus jadi pilihan utama bagi anak berkulit peka.

6. Gunakanlah kosmetika bayi yang tepat
Pemeliharaan kulit itu dapat dilakukan dengan memakai bermacam-macam kosmetika bayi yang banyak beredar saat ini. Sebagian berfungsi membersihkan kulit contohnya sabun serta sampo; melembapkan dan juga pelindung terhadap sinar matahari seperti minyak khusus, lotion ataupun krim.

Pemanfaatan kosmetika berupa , minyak khusus, lotion, sampo, sabun untuk bayi harus dipilih yang tepat dana aman serta harus disesuaikan dengan kondisi kulit si bayi. Contohnya dengan mencermati kandungan zat warna dan juga bahan-bahan pengawet yang bisa saja tak cocok dengan kulit bayi. Pun apakah pH-nya dapat sesuai dengan kulit bayi.

Dalam Memilih dan memakai kosmetika pada bayi dan juga balita secara benar serta tidak berlebihan adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit. Oleh sebab itu, begitu banyaknya informasi mengenai produk kosmetika bayi serta balita dewasa ini mesti semakin dicermati oleh orang tua.

7. ventilasi udara yang baik sangat dianjurkan
Ruangan dengan ventilasi udara cukup amat dianjurkan, apalagi di kota besar yang panas serta pengap. Usahakan ruang kamar balita dikasih jendela lebar dengan demikian pertukaran udara dari dalam ruangan ke luar menjadi lancar. Dari kasus-kasus biang keringat ini pada bayi dan juga balita, hampir 70% nya dapat diatasi jika pergerakan udara di ruangan lancar dengan demikian kamar terasa sejuk.

Lepas dari soal kesehatan tersebut, perawatan kulit ini pada bayi dan juga balita sesungguhnya mewujudkan rasa cinta orang tua terhadap buah hatinya. Sentuhan hangat mereka akan begitu mempengaruhi tumbuh kembangan fisik serta mental seorang anak.

8. Konsultasi dengan dokter
Bayi tidak boleh diberikan obat selain atas resep dokter. Konsultasikanlah masalah kesehatan kulit bayi pada dokter agar obat yang diberikan bisa sesuai dengan penyakit kulit yang dialami.

Sekian informasi mengenai jenis-jenis penyakit kulit pada bayi dan cara mengatasinya. Semoga ulasan di atas memberikan manfaat untuk bunda dan si buah hati. Simak terus agar bunda tetap mendapatkan informasi seputar kesehatan bunda dan balita. Semoga dapat bermanfaat dan bunda dapat terus memantau tumbuh kembang si buah kecil.